Logo Bloomberg Technoz

Nantinya, kata dia, penyidik akan mendalami proses pengadaan laptop tersebut hingga akhirnya Kemendikbud memilih sistem operasi Chromebook, bukan Windows dalam proyek dengan anggaran Rp9,9 triliun tersebut.

"Bagaimana penawaran yang diberikan oleh pihak Google ini, sehingga Chromebook ini bisa menjadi pilihan, bukan Windows misalnya. Tentu ini akan didalami. Makanya, pihak marketing-nya kan direncanakan akan dipanggil dan diperiksa," tegas dia.

Dalam pemberitaan sebelumnya, Harli menilai pihaknya menduga terdapat pemufakatan jahat yang dilakukan tim teknis, di mana mereka membuat kajian teknis yang mengarahkan penggunaan laptop berbasis sistem operasi Chromebook.

Padahal, setahun sebelum pengadaan laptop tersebut sudah terdapat kajian yang menyatakan penggunaan Chromebook tidak optimal sebab terdapat kekurangan yang ditemukan.

Kekurangan tersebut antara lain, Chromebook hanya efektif digunakan apabila terdapat jaringan internet. Sementara itu, menurutnya, kondisi jaringan internet di Indonesia sampai saat ini diketahui belum merata, akibatnya penggunaan Chromebook sebagai sarana kegiatan Asesmen Kompetensi Minimal (AKM) pada satuan pendidikan tidak berjalan efektif.

Tim teknis terkait pada waktu itu mengeluarkan buku kajian yang merekomendasikan penggunaan sistem operasi Windows. Kemendikbudristek lantas mengganti kajian tersebut dengan kajian baru yang mengubah penggunaan sistem operasi Windows menjadi Chromebook.

"Diduga penggantian spesifikasi tersebut bukan berdasarkan atas kebutuhan yang sebenarnya," kata Harli.

Selanjutnya, jaksa melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan uraian peristiwa yang berasal dari keterangan saksi dan alat bukti lainnya. Hari menegaskan terdapat pemufakatan jahat yang dilakukan dengan mengarahkan tim teknis baru agar mengganti kajian teknis sebelumnya hingga merekomendasikan penggunaan laptop berbasis sistem operasi Chromebook.

"Dan bukan atas dasar kebutuhan ketersediaan peralatan TIK yang akan digunakan dalam rangka pelaksanaan Asesmen Kompetensi Minimal (AKM) serta kegiatan belajar mengajar," ungkap Harli.

(azr/ros)

No more pages