Rupiah Ranking Empat di Asia, Yield SUN Terendah Sejak November
Redaksi
11 June 2025 15:35

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah berhasil mengakhir perdagangan hari ini, Rabu (11/6/2025) dengan penguatan terbesar keempat di Asia, didukung oleh sentimen pasar global yang membaik pasca pertemuan Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok yang berbuah kesepakatan dagang.
Rupiah spot ditutup di level Rp16.260/US$, menguat 0,08% dibandingkan kemarin, ketika indeks dolar AS bergerak stabil cenderung menguat di 99,10 menjelang pengumuman data inflasi Indeks Harga Konsumen (CPI) Amerika nanti malam.
Penguatan rupiah bergabung bersama baht, rupee serta dolar Taiwan. Di belakang rupiah, dolar Singapura juga menguat, bersama yuan Tiongkok dan yuan offshore. Sedangkan won melemah di ujung perdagangan, bersama yen dan peso serta dolar Hong Kong.
Rupiah bergerak rata-rata di kisaran Rp16.265/US$ hari ini meski sempat menyentuh level terlemah di Rp16.272/US$ pagi tadi. Di pasar offshore, rupiah forward (NDF) bergerak stabil di kisaran Rp16.278/US$ sore ini.
Penguatan rupiah didukung oleh arus beli investor yang membesar di pasar Surat Utang Negara (SUN), di mana yield tenor 10 tahun turun hingga ke level terendah sejak November silam.





























