Logo Bloomberg Technoz

Bantargebang Simpan Peluang, Jin Bekas Berbuah Cuan

Andrean Kristianto
23 July 2026 20:51

Anam Nonako (26) mengecek limbah jin di rumah produksi Waste For Reuse, Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (23/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andre)

Anam Nonako (26) mengecek limbah jin di rumah produksi Waste For Reuse, Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (23/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andre)

Limbah jin dari gunungan sampah Bantargebang diolah Anam menjadi kerajinan. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Limbah jin dari gunungan sampah Bantargebang diolah Anam menjadi kerajinan. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Usaha pengolahan limbah jin tersebut telah dijalankan Anam sejak 2021. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Usaha pengolahan limbah jin tersebut telah dijalankan Anam sejak 2021. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Dari hasil kerajinannya ia menjual hingga luar negeri antara lain ke Jepang dan London. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Dari hasil kerajinannya ia menjual hingga luar negeri antara lain ke Jepang dan London. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Ia mendapatkan limbah jin dari pemulung di Bantargebang dengan harga Ro2.000 hingga Rp5.000. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Ia mendapatkan limbah jin dari pemulung di Bantargebang dengan harga Ro2.000 hingga Rp5.000. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Dari hasil limbah jin tersebut ia menghasilkan kerajinan tas, rompi, topi, dan gantungan kunci. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Dari hasil limbah jin tersebut ia menghasilkan kerajinan tas, rompi, topi, dan gantungan kunci. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Ia mengaku memperoleh omzet sebesar Rp30 juta hingga Rp40 juta setiap bulan. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Ia mengaku memperoleh omzet sebesar Rp30 juta hingga Rp40 juta setiap bulan. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Anam Nonako (26) mengecek limbah jin di rumah produksi Waste For Reuse, Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (23/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andre)
Limbah jin dari gunungan sampah Bantargebang diolah Anam menjadi kerajinan. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Usaha pengolahan limbah jin tersebut telah dijalankan Anam sejak 2021. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Dari hasil kerajinannya ia menjual hingga luar negeri antara lain ke Jepang dan London. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Ia mendapatkan limbah jin dari pemulung di Bantargebang dengan harga Ro2.000 hingga Rp5.000. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Dari hasil limbah jin tersebut ia menghasilkan kerajinan tas, rompi, topi, dan gantungan kunci. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Ia mengaku memperoleh omzet sebesar Rp30 juta hingga Rp40 juta setiap bulan. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Di tengah tumpukan sampah yang menggunung di TPST Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat, tersimpan peluang yang berhasil dilihat oleh tangan kreatif seorang perajin. Limbah kain jin yang sebelumnya tidak bernilai kini disulap menjadi berbagai produk kerajinan bernilai ekonomi.

Sekitar 150 meter dari hamparan gunungan sampah Bantargebang berdiri sebuah bangunan sederhana yang menjadi tempat kerja Anam Nonako (26). Dengan dua mesin jahit dan dibantu dua pekerja, ia mengolah limbah jin menjadi produk kerajinan.

Anam memilih limbah jin sebagai bahan utama karena material tersebut sebelumnya kurang mendapat perhatian dari para pemulung di kawasan Bantargebang. Sebagian besar kain jin yang tidak terpakai kembali berakhir di tempat pembuangan setelah bagian logam seperti ritsleting dan kancing diambil.

“Kenapa Jin sebagai gerakan awal karena pemulung yang ada disini hanya merespon bagian terkecil yang ada dibahan jin, ada retsleting dan kancing, karena itu salah satu bentuk jenis logam, sedangkan kainnya itu mereka buang lagi ke TPST,” ungkap Anam kepada Bloomberg Technoz, Kamis (23/7).

Setiap pekan, sejumlah pemulung membawa limbah jin dari TPST Bantargebang untuk dijual kepada Anam. Ia membeli limbah tersebut dengan harga Rp2.000 hingga Rp5.000 per potong, bergantung pada kondisi bahan.

Dari potongan kain jin bekas itu, Anam menghasilkan berbagai produk, mulai dari tas hingga gantungan kunci. Produk buatannya dijual dengan harga mulai Rp60.000 sampai Rp400.000 dan telah menarik pembeli dari dalam maupun luar negeri.

"Penjualan kalau di luar negeri kita beberapa kali kirim ke Jepang sampai sekarang juga, ke London juga,” ungkap Anam.

Usaha pengolahan limbah jin tersebut telah dijalankan Anam sejak 2021. Melalui kreativitas dan ketekunannya, ia mampu menghasilkan omzet puluhan juta rupiah setiap bulan.

“Omzetnya rata-rata perbulannya Rp30-40 juta ya itu bisa dibilang kotor, bisa dibilang bersih,” kata Anam.

(dre)