Logo Bloomberg Technoz

Ekspor NPI-Alumina Diperiksa Bea Cukai, Diduga Imbas Korupsi LTJ

Azura Yumna Ramadani Purnama
27 July 2026 13:30

Tumpukan alumina di ruang penyimpanan pabrik aluminium./Bloomberg-Nick Paleologos
Tumpukan alumina di ruang penyimpanan pabrik aluminium./Bloomberg-Nick Paleologos

Bloomberg Technoz, Jakarta – Sejumlah kapal yang mengangkut nickel pig iron (NPI) hingga alumina disebut mengalami penundaan izin ekspor, sebab muatannya harus menjalankan uji laboratorium tambahan untuk menguji 17 unsur logam tanah jarang (LTJ) atau rare earth elements (LME).

Berdasarkan informasi di pasar, mengutip Shanghai Metals Market (SMM), sejumlah kapal yang bakal mengekspor NPI dari Indonesia harus melakukan pengujian tambahan terkait dengan LTJ atas muatan yang dibawa.

Pemeriksaan yang lebih ketat tersebut diduga terjadi usai Kejaksaan Agung (Kejagung) mengusut dugaan korupsi ekspor LTJ ilegal sebesar 390 ton yang melibatkan PT Putraprima Mineral Mandiri (PMM), PT Sucofindo, dan Kantor Bea dan Cukai Pangkalpinang.


“Menurut sumber pasar SMM, beberapa kapal yang mengangkut NPI Indonesia baru-baru ini mengalami penundaan proses izin ekspor karena muatannya harus menjalani pengujian tambahan untuk unsur-unsur mineral strategis,” tulis SMM dalam catatan terbarunya, Senin (27/7/2026).

Ilustrasi Thorium (Envato)

Kandungan Radioaktif