Logo Bloomberg Technoz

Sesi I

IHSG Merah Sendirian di Tengah Sentimen Perry Warjiyo

Muhammad Julian Fadli
27 July 2026 13:07

Pelajar di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (21/10/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pelajar di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (21/10/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah pada jeda Sesi I, melemah sendirian di regional saat Bursa Asia melesat. Sentimen meredanya konflik Timur Tengah antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang saling tunda serangan menjadi katalis.

Berseberangan jauh dengan Bursa Saham Asia, IHSG justru menutup Sesi I dengan pelemahan 0,36% di posisi 6.173 pada perdagangan Senin (27/7/2026). Melemahnya IHSG bertepatan dengan mundurnya Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo.

IHSG Penutupan Sesi I pada Senin 27 Juli 2026 (Bloomberg)

Transaksi terpantau cukup ramai dengan manuver jual diiringi panic selling, dengan intensitas nilai transaksi terbilang Rp7,09 triliun dan volume perdagangan 17,3 miliar saham. Adapun frekuensi yang terjadi sebanyak 1,15 juta kali jual–beli.


Masih ada 299 saham yang menguat. Sedang sebanyak–banyaknya 312 saham melemah dan 182 saham lainnya stagnan. Posisi terendah IHSG siang hari ini ada di 6.144 sedang tertingginya sempat 6.219.

Sejumlah saham mencatat penurunan amat dalam dan berada di deretan top losers pada perdagangan tengah siang hari ini. Di antaranya adalah saham PT Puri Sentul Permai Tbk (KDTN) yang amblas 14,5%, saham PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) melemah 8,99%, serta saham PT Indo Oil Perkasa Tbk (OILS) turun 8,81%.