Logo Bloomberg Technoz

Ekonom: Kredit UMKM Lesu Akibat Pelemahan Daya Beli Masyarakat

Mis Fransiska Dewi
24 July 2026 14:30

Tak Semua Dihapus, Ini Kriteria Kredit UMKM yang Bisa Diputihkan (Bloomberg Technoz/Arie Pratama)
Tak Semua Dihapus, Ini Kriteria Kredit UMKM yang Bisa Diputihkan (Bloomberg Technoz/Arie Pratama)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ekonom berpandangan pelambatan pertumbuhan kredit Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lebih dipengaruhi oleh lemahnya kondisi sektor riil dibandingkan keterbatasan likuiditas perbankan. Melemahnya daya beli masyarakat hingga perubahan pola belanja disebut menjadi faktor utama yang menekan kinerja pelaku UMKM.

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan tren pertumbuhan kredit UMKM memang terus melambat dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi tersebut terjadi di tengah likuiditas perbankan yang masih longgar sehingga bukan berasal dari sisi kemampuan bank dalam menyalurkan kredit.

"Kalau kita bicara berdasarkan segmen bisnisnya memang kredit UMKM menunjukkan tren perlambatan. Sementara kondisi likuiditas perbankan sampai dengan saat ini masih dalam kondisi yang ample ataupun masih terjaga," kata Josua dalam agenda asesmen BI dalam mendorong pembiayaan, Jumat (24/7/2026).


Josua menilai terjadi divergensi dalam penyaluran kredit. Di satu sisi, kredit kepada korporasi masih mampu tumbuh cukup tinggi, sedangkan kredit UMKM justru melambat.

Mengacu data sementara Bank Indonesia (BI), kredit UMKM per Juni 2026 masih tumbuh tipis 1% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp1.519,1 triliun. Meski tumbuh tipis, sebenarnya menunjukkan laju dari pertumbuhan 0,6% yoy pada bulan sebelumnya. Namun, laju pertumbuhan kredit UMKM tersebut masih jauh dari pertumbuhan kredit secara umum yang mencapai 12,6%.