Logo Bloomberg Technoz

Harga Minyak Melorot 10%, Saham Migas Berbalik Loyo

Muhammad Julian Fadli
27 July 2026 16:00

Karyawan di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (26/11/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (26/11/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Sejumlah saham migas mengalami penurunan imbas meredanya ketegangan di Timur Tengah seusai Amerika Serikat (AS) dan Iran saling tunda serangan.

Harga minyak jenis Brent berada di posisi US$90,24 per barel pada Senin (27/7/2026) berdasarkan data Bloomberg yang dilihat pada 15:40 WIB, susut 10,38% point–to–point.

Harga Minyak Brent Melemah Tajam (Sumber: Bloomberg)

Sejatinya penurunan harga acuan minyak mentah di pasar global ini menyeret sentimen negatif kepada saham–saham energi, terutama saham migas yang bergerak di bisnis minyak mentah.


Saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) misalnya, emiten eksplorasi minyak dan gas bumi, tercatat melemah 3,01% di posisi 1.285/saham, terlebih sempat jatuh mencapai Rp1.250/saham pagi tadi.

Saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) juga turut tertekan dengan penurunan 2,75% di posisi Rp1.410/saham, hingga titik terendahnya menyentuh Rp1.375/saham. Saham PT Elnusa Tbk (ELSA) menjadi saham yang paling ‘buntung’ selanjutnya dengan pelemahan 1,51% di posisi siang hari ini mencapai Rp655/saham.