Logo Bloomberg Technoz

Awali Pekan, Rupiah Finis di Rp18.005/US$

Tim Riset Bloomberg Technoz
27 July 2026 15:16

Karyawan menunjukkan mata uang rupiah dan dolar AS di tempat penukaran mata uang, Jakarta, Selasa (12/5/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan menunjukkan mata uang rupiah dan dolar AS di tempat penukaran mata uang, Jakarta, Selasa (12/5/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah menutup perdagangan Senin (27/7/2026) dengan pelemahan 0,34% ke posisi Rp18.005/US$, kala sentimen eksternal mereda dan membawa mata uang Asia bergerak di zona hijau. 

Penguatan yang terjadi pada sebagian besar mata uang kawasan lantaran ketegangan di Timur Tengah mereda, setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran dilaporkan menghentikan aksi balas. 

Kondisi ini seharusnya menjadi katalis bagi mata uang negara berkembang, terlabih harga minyak mentah mulai terpangkas menjadi US$90 per barel sore ini. 


Namun, rupiah melemah bersama won Korea Selatan yang tergerus 0,73%. Pelemahan won dipicu aksi jual di pasar saham domestik. Pada perdagangan Senin, investor asing tercatat menjual saham senilai KRW2,1 triliun, sekitar US$1,9 miliar. 

Pergerakan mata uang Asia. (Bloomberg)

Sementara itu, pelemahan rupiah dipengaruhui oleh faktor domestik. Salah satunya pengunduran diri Perry Warjiyo sebagai Gubernur Bank Indonesia yang memunculkan pertanyaan mengenai arah kebijakan moneter dan kesinambungan kepemimpinan bank sentral.