Logo Bloomberg Technoz

Jejak Rupiah Saat Perry Warjiyo Pimpin BI

Tim Riset Bloomberg Technoz
27 July 2026 10:58

Gubernur BI, Perry Warjiyo saat pertemuan tahunan Bank Indonesia 2025 di Jakarta, Jumar (28/11/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Gubernur BI, Perry Warjiyo saat pertemuan tahunan Bank Indonesia 2025 di Jakarta, Jumar (28/11/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pengunduran diri Perry Warjiyo sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) sebelum masa jabatan keduanya berakhir bisa jadi menutup satu bab penting dalam perjalanan kebijakan moneter Indonesia. 

Di tengah keterkejutan, dan berbagai spekulasi dan penilaian terhadap kepemimpinan Perry, satu indikator yang paling mudah diamati adalah perjalanan nilai tukar rupiah selama masa kepemimpinannya sejak 24 Mei 2018. 

Selama Perry menjabat Gubernur BI, rupiah tidak seperkasa mata uang seperti dolar Singapura atau ringgit Malaysia. Rupiah tercatat bekali-kali melemah. Namun, pelemahan itu terjadi di tengah gelombang guncangan global yang datang silih berganti. 


Mengacu pada data Bloomberg, rupiah bergerak di kisaran Rp14.000/US$ pada awal kepemimpinan Perry, hingga saat pengunduran dirinya hari ini (27/7/2026), rupiah berada di posisi Rp17.978/US$. 

Sepanjang periode itu, rata-rata kurs beradai di Rp15.310/US$, dengan level terkuat di sekitar Rp13.866/US$ pada akhir 2019, sebelum pandemi Covid-19 melanda. Tahun ini, rupiah sempat menyentuh level terlemah sepanjang masa yakni di atas Rp18.000/US$.