Pemerintah, lanjut Ricky, juga berupaya menciptakan daya tarik investasi di kawasan-kawasan luar Jawa melalui insentif dan fasilitas yang ditawarkan dalam skema KEK. Seperti penawaran kemudahan yang diberikan mulai dari insentif pajak hingga penyederhanaan perizinan.
"Harapannya dengan adanya KEK di luar Jawa, salah satunya di Batam itu bisa memberikan penyebaran pertumbuhan investasi di luar Jawa," pungkasnya.
Sebagai gambaran, jumlah permintaan Kawasan Industri di wilayah Jakarta dan sekitarnya di sepanjang Kuartal I-2025 mencatatkan kenaikan sebesar 61,8% secara quarter on quarter (qoq) dan 51,7% secara year on year (yoy). Hal ini terutama didukung oleh transaksi penjualan lahan sebesar 97,7 hektare di sepanjang Kuartal I-2025.
"Sektor data center dan otomotif menjadi pendorong utama pasar, melanjutkan tren pertumbuhan yang berkelanjutan sejak tahun sebelumnya" sebut laporan yang dirilis oleh Cushman Wakefield, Selasa, (6/5/2025).
Dijelaskan lebih lanjut, tingkat okupansi rata-rata gudang sewa per Maret 2025 berada di angka 82,54%, atau turun 3,12% dari kuartal sebelumnya. Hal in iterutama disebabkan masuknya pasokan baru berskala besar.
Namun, dengan semakin terbatasnya ketersediaan lahan di wilayah Bekasi dan Karawang, pasokan lahan industri di masa depan diperkirakan akan bergeser lebih jauh ke timur dari koridor industri yang sudah terbentuk tersebut seperti contohnya di Purwakarta.
"Sebuah kawasan industri baru seluas 46 hektare telah diluncurkan di Purwakarta, sehingga total pasokan lahan industri kumulatif mencapai 16.674 hektare."
Potensi Ekonomi Digital
Menurut Presiden Asia-Pasifik, Equinix, Cyrus Adaggra, Indonesia memiliki potensi untuk mengakselerasi ekonomi digitalnya. Namun, untuk mewujudkan potensi tersebut, diperlukan infrastruktur digital yang kokoh.
Oleh karena itu, Adaggra menekankan, masuknya Equinix ke pasar Indonesia lewat peresmian pusat data pertama (JK1) -kolaborasi dengan PT Astra International Tbk- bukan sekadar ekspansi geografis, melainkan bagian dari strategi membangun ekosistem digital di Asia Tenggara yang mendukung pertumbuhan lintas sektor.
"Setiap ekspansi merupakan langkah strategis yang disengaja untuk mendorong integrasi regional. Dengan kehadiran Equinix di negara-negara ini, kami tidak hanya mendukung agenda digital nasional, tetapi juga menghubungkan ekonomi-ekonomi tersebut satu sama lain dan dengan dunia global," terangnya.
Untuk diketahui, JK1 sendiri adalah gedung delapan lantai yang pada tahap awal menyediakan 550 rak server, dengan kapasitas total mencapai 1.600 rak server dan luas ruang kolokasi 5,300-meter persegi saat sepenuhnya rampung.
Fasilitas ini akan menghadirkan layanan konektivitas, termasuk Equinix Fabric dan Equinix Internet Access. Adapun untuk ekpansi di JK1 ini, Equinix telah mengucurkan investasi sebesar US$74 juta untuk pembangunan pusat data International Business Exchange.
"Kalau dari Equinix, dari segi capex investasi kita untuk pasar pertama ini sekitar US$38 juta. Dan secara total untuk JK1 ini sekitar US$74, estimasinya US$74 juta," kata Chief Business Officer Equinix, Jon Lin.
Equinix juga menekankan komitmennya pada keberlanjutan. JK1 dibangun dengan teknologi efisiensi energi dan sistem pendingin ramah lingkungan, guna mengakomodasi kebutuhan komputasi tinggi tanpa mengorbankan aspek kesejahteraan lingkungan.
(wep)





























