Logo Bloomberg Technoz

Bursa Asia Bersiap Turun di Tengah Kekhawatiran Suku Bunga AS

News
17 May 2024 07:30

Ilustrasi bursa Asia (Sumber: Bloomberg)
Ilustrasi bursa Asia (Sumber: Bloomberg)

Richard Henderson - Bloomberg News

Bloomberg, Bursa saham Asia sebagian besar menuju penurunan awal setelah para investor menilai kembali prospek suku bunga, mengurangi optimisme setelah perilisan data inflasi AS pada Rabu (15/05/2024).

Kontrak berjangka (futures) untuk saham Jepang dan Australia turun, sementara untuk Hong Kong sedikit naik. Pergerakan ini mengikuti hari yang lesu di Wall Street di mana S&P 500 dan Nasdaq 100 sama-sama turun 0,2%, mundur dari level tertinggi mereka. Indeks Dow Jones Industrial Average sempat melampaui 40.000 poin sebelum turun dan ditutup lebih rendah.

Penurunan aset berisiko AS mengikuti perubahan harga di pasar swap terkait ekspektasi penurunan suku bunga oleh bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed). Setelah data indeks harga konsumen atau IHK (Consumer Price Index/CPI) dirilis pada Rabu, pelaku pasar swap meningkatkan ekspektasi dari satu kali penurunan suku bunga pada 2024 menjadi dua kali. Namun pada Kamis (16/05/2024), ekspektasi tersebut turun kembali, menjadi hanya satu kali penurunan yang sepenuhnya diperkirakan tahun ini.

"Ada banyak kelonggaran bagi pasar saham jika kita melihat kemunduran jangka pendek," kata Matt Maley dari Miller Tabak + Co. "Dengan kata lain, investor yang optimis masih memegang kendali penuh saat ini, sehingga dibutuhkan pembalikan yang signifikan untuk membendung momentum kenaikan."

Grafik pergerakan indeks Dow Jones. (Sumber: Bloomberg)