Logo Bloomberg Technoz

Meskipun begitu, dia tetap meyakini Indonesia menghadapi sinyal serupa seperti Malaysia yakni pelemahan harga bahan bakar di Singapura, sehingga tetap terdapat ruang evaluasi terhadap harga BBM nonsubsidi yang telah ditahan sejak bulan lalu.

“Harga jual domestik juga mencakup kurs, biaya pengadaan, distribusi, pajak, dan margin usaha. Pemerintah perlu membuka dasar perhitungan harga serta memastikan penyesuaian berlaku dua arah,” ujar Syafruddin.

Syafruddin menyatakan jika harga BBM nonsubsidi diturunkan sekitar 2%—3%, seperti yang dilakukan Malaysia, maka harga Pertamax bakal menjadi di kisaran Rp15.470—Rp15.630/liter. 

Sebagai informasi, Pemerintah Malaysia menurunkan harga BBM jenis bensin RON97 sebesar 20 sen menjadi RM4,70/liter dan solar nonsubsidi sebesar 15 sen menjadi RM5,12/liter untuk periode 5—11 November 2026.

Penurunan tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya pasokan bahan bakar olahan di pasar regional.

Selain RON97 dan solar, harga bensin RON95 nonsubsidi juga dipangkas 15 sen menjadi RM4,27/liter dari sebelumnya RM4,42/liter.

Pemerintah Malaysia menyatakan peningkatan pasokan bahan bakar olahan, termasuk stok bensin dan solar di Singapura, memberikan pengaruh positif terhadap harga di pasar regional.

“Pasar minyak regional menunjukkan tanda-tanda moderasi seiring dengan meningkatnya pasokan bahan bakar olahan, termasuk stok bensin dan solar di Singapura yang menjadi salah satu acuan pasar dalam penetapan harga minyak bumi di Malaysia,” sebagaimana tertulis dalam siaran pers Kementerian Keuangan Malaysia, dilansir Kamis (5/11/2026).

Kementerian Keuangan Malaysia menyatakan penurunan harga minyak mentah Brent pada akhir periode penghitungan juga menjadi faktor yang memberikan sinyal pelemahan harga BBM.

Penyesuaian harga tersebut dilakukan berdasarkan formula Automatic Pricing Mechanism (APM) atau mekanisme penetapan harga otomatis yang berlaku di Malaysia.

Meski demikian, pemerintah Malaysia menyatakan ketidakpastian geopolitik di Asia Barat masih menjadi risiko terhadap stabilitas harga minyak dunia.

Di Indonesia, seluruh harga BBM PT Pertamina (Persero) per November 2026 masih mengacu pada ketetapan yang berlaku sejak awal September 2026.

Jenis BBM bersubsidi tetap dijual dengan harga yang sama, yaitu Pertalite seharga Rp10.000/liter dan Biosolar Rp6.800/liter.

Sementara itu, untuk varian BBM nonsubsidi, yaitu Pertamax masih dibanderol Rp15.950/liter, Pertamax Turbo Rp19.600/liter, Pertamax Green 95 Rp19.150/liter, Dexlite Rp23.700/liter, dan Pertamina Dex Rp25.200/liter.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Dirjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Laode Sulaeman menyatakan keputusan tersebut diambil usai kementerian mengevaluasi dinamika global dan permasalahan di dalam negeri.

Kendati begitu, Laode enggan mengungkapkan perincian persoalan domestik dan luar negeri yang dipertimbangkan tersebut.

“Terus, terus kita evaluasi ya. Tentu parameternya banyak, bukan hanya masalah dinamika global tetapi juga masalah-masalah lain seperti kondisi di dalam negeri, ya,” kata Laode kepada awak media di Kantor Kementerian ESDM, Senin (2/11/2026).

(azr/wdh)

No more pages