Risiko Pelemahan Rupiah Masih Ada, Bisa Balik Rp18.100/US$
Muhammad Julian Fadli
06 November 2026 08:27

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah kemungkinan masih akan menghadapi risiko pelemahan pada perdagangan hari ini, Jumat (6/11/2026), di tengah sentimen pasar global yang masih diliputi ketidakpastian menyoal sinyal dan arah suku bunga acuan Federal Reserve pada pertemuan Desember.
Indeks dolar Amerika Serikat (AS) kembali menguat. Pagi ini, DXY melenggang dengan penguatan 0,1% di 101,585. Dolar AS turut memberatkan ruang pelemahan pada rupiah di pasar offshore, hingga pasar spot nantinya.
Tekanan turut berlanjut melemahkan rupiah di pasar luar negeri di mana pergerakannya tengah melemah 0,3% di Rp18.120/US$. Level itu lebih lemah dibanding posisi penutupan rupiah spot dari sebelumnya di Rp18.082/US$.
Pasar mencermati pertumbuhan jumlah tenaga kerja non-pertanian (non–farm payrolls) Oktober yang kemungkinan bakal tetap solid, Anna Wong, Ekonom Bloomberg Economics, menyebut tingkat pengangguran bertahan stabil.
Perekrutan tenaga kerja kemungkinan besar terkonsentrasi di sektor pendidikan dan kesehatan, disertai penambahan lapangan kerja di sektor perdagangan dan transportasi, serta manufaktur. Sebaliknya, industri yang terekspos terhadap perkembangan kecerdasan buatan (AI), seperti sektor keuangan, informasi, serta jasa profesional dan bisnis, kemungkinan akan mengalami pengurangan tenaga kerja.



























