Logo Bloomberg Technoz

BAHAN BAKAR MINYAK

China Batasi Penjualan Diesel, Harga Grosir Naik Tinggi dari 2018

Redaksi
05 November 2026 20:40

Sebuah SPBU Sinopec di Shanghai, China./Bloomberg-Qilai Shen
Sebuah SPBU Sinopec di Shanghai, China./Bloomberg-Qilai Shen

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kilang-kilang minyak di China dikabarkan membatasi penjualan bahan bakar diesel ke pengguna akhir berskala besar maupun penyalur di dalam negeri. Hal ini telah berlangsung selama kurang lebih satu minggu terakhir.

Demikian diungkap oleh trader grosir yang berbasis di Guangdong dan analis dari firma konsultan SCI kepada Reuters, disitir Kamis (5/11/2026).

Trader asal Guangdong tersebut mengatakan, dalam beberapa kasus, pihak kilang menerapkan skema penjualan paket—di mana setiap satu metrik ton diesel harus dibeli bersamaan dengan tiga metrik ton bensin—guna memaksimalkan margin keuntungan, mengingat permintaan bensin saat ini sedang lemah.


Di media sosial, para pengemudi truk di sejumlah provinsi—Guangdong, Hebei, Hubei, Shandong, Fujian, Zhejiang, dan Mongolia Dalam—menyebut beberapa stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) membatasi (menjatah) penjualan diesel. Bahkan ada pengemudi yang sama sekali tidak bisa mendapat pasokan.

Tak ayal, harga grosir diesel di pusat penyulingan Provinsi Shandong melonjak hingga lebih dari 10.000 yuan per metrik ton—harga tertinggi sejak 2018—menurut lembaga konsultan lokal Oilchem.