Pasar Asia 'Kebakaran': Bursa Saham Merah, Mata Uang Lemah
Hidayat Setiaji
06 November 2026 09:24

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada perdagangan hari ini. Mata uang Tanah Air pun kian lesu seiring perjalanan pasar.
Pada Jumat (11/6/2026), US$ 1 setara dengan Rp 18.090 kala pembukaan perdagangan pasar spot, Rupiah terdepresiasi tipis 0,04% dari hari sebelumnya.
Pelemahan rupiah kemudian berdampak dalam. Pada pukul 09:04 WIB, rupiah melemah 0,12% ke Rp 18.103/US$.
Di level Asia, mayoritas mata uang utama juga bernasib serupa. Dolar Taiwan jadi yang paling lemah, disusul oleh ringgit Malasysia, yen Jepang, baht Thailand, dolar Singapura, won Korea Selatan, yuan offshore, peso Filipina, dan yuan China.
Rupiah dan mata uang Asia mengikuti jejak bursa saham yang tengah ‘kebakaran’. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka anjlok 1,76%. Kemudian Nikkei 225 (Jepang) ambruk 5,63%, Shanghai Composite (China) terkoreksi 1,23%, TAIEX (Taiwan) jebol 6,57%, SETI (Thailand) berkurang 0,16%, KLCI (Malaysia) turun 1%, Straits Times (Singapura) amblas 2,17%, Hang Seng (Hong Kong) terjungkal 0,92%m dan PSEi (Filipina) berkurang 0,75%.



























