Saham-saham Pemberat IHSG Turun 2% hingga Drop di Bawah 5.000
Muhammad Julian Fadli
06 November 2026 09:40

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tergelincir hebat pada perdagangan pagi hari ini hingga drop 2% lebih mencapai 4.927 pada Jumat (6/11/2026). Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), hingga saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) jadi pemberat Indeks Komposit.
Sepanjang perdagangan, IHSG melaju dengan volatilitas tinggi di rentang 4.969 sampai dengan titik terendahnya 4.927. Tercatat ada pelemahan 451 saham, hanya ada 105 saham yang menguat, dan sisanya 120 saham stagnan.
Mirae Asset Sekuritas menyebut, perkembangan pasar saham AS pasca midterm elections menunjukkan respons investor tidak sepenuhnya positif, biarpun kemenangan Partai Demokrat di Kongres sempat memicu reli di Wall Street. Hasil pemilu yang membuat Demokrat menguasai Senat dan House of Representatives berpotensi menciptakan divided government, sehingga ruang gerak Presiden Donald Trump dalam menjalankan agenda kebijakan ekonomi, perdagangan, dan fiskal menjadi lebih terbatas.
“Investor kembali mencermati risiko regulasi terhadap industri teknologi, khususnya AI, semikonduktor, dan pembangunan data center,” terang Mirae Asset Sekuritas dalam catatan terbarunya.
Terlebih lagi berikut 10 saham laggards pada perdagangan Jumat (6/11/2026) berdasarkan data Bloomberg:
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) membebani 7,04 poin
- PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) membebani 4,2 poin
- PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) membebani 4,14 poin
- PT Barito Pacific Tbk (BRPT) membebani 4,02 poin
- PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) membebani 3,82 poin
- PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) membebani 3,44 poin
- PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) membebani 3,33 poin
- PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) membebani 2,74 poin
- PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) membebani 2,54 poin
- PT United Tractors Tbk (UNTR) membebani 2,1 poin



























