Logo Bloomberg Technoz

Penyebab IHSG Ditutup Menguat 2,2%, Terbaik di Bursa Asia

Muhammad Julian Fadli
05 November 2026 17:40

Pelajar melihat layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (21/10/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pelajar melihat layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (21/10/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup perdagangan Kamis (5/11/2026) di zona hijau dengan mencatat penguatan yang optimistis. Indeks Komposit ditutup menguat 2,25% di posisi 5.030,26.

Dengan catatan tersebut, IHSG mencatat kenaikan tertinggi nomor dua di Bursa Asia, berdasarkan data Bloomberg, bersanding dengan Hang Seng (Hong Kong), susul Shenzhen Comp. (China), PSEi (Filipina), KLCI (Malaysia), TOPIX (Jepang), Straits Times (Singapura), Ho Chi Minh Stock Index (Vietnam), CSI 300 (China), dan Shanghai Comp. (China) yang ditutup di zona penguatan.

IHSG memang sudah memperlihatkan tanda–tanda penguatan sedari pagi tadi, dengan menyentuh level tertinggi hingga 5.072,05. Adapun level terendah 4.995,45.

IHSG Penutupan Sesi II pada Kamis 5 November 2026 (Bloomberg)

Volume transaksi tercatat mencapai 22,9 miliar saham, dengan nilai transaksi Rp9,98 triliun. Frekuensi yang terjadi sebanyak 1,32 juta kali diperjualbelikan. Adapun sebanyak 440 saham mengalami penguatan di zona hijau, dan hanya 178 saham melemah. Sedangkan lainnya 99 saham tidak bergerak.

Penyebab IHSG Menguat

Sejumlah saham menjadi pendorong penguatan IHSG pada penutupan perdagangan hari ini. Saham–saham barang baku, saham perindustrian, dan saham konsumen primer mencatatkan kenaikan paling tinggi, dengan masing–masing menguat mencapai 3,78%, 2,81% dan 2,42%.