Logo Bloomberg Technoz

Gita menyatakan keputusan pembelian tersebut nantinya bakal dipengaruhi berbagai aspek, utamanya ihwal harga dalam kontrak jual–beli.

Sebagai informasi, India telah meminta perusahaan tambang batu bara dan pihak perkeretaapian untuk membantu melipatgandakan cadangan batu bara di pembangkit listrik sebelum musim panas mendatang.

Target ambisius ini bertujuan mencegah kelangkaan pasokan, yang berpotensi memicu ketegangan dengan pengguna bahan bakar fosil lainnya.

Berdasarkan laporan Bloomberg News; Kementerian Batu Bara, Energi, dan Perkeretaapian telah menetapkan target bersama untuk meningkatkan persediaan di pembangkit listrik—dari level saat ini yang mendekati 18 juta mt menjadi setidaknya 55 juta mt pada akhir tahun fiskal pada Maret.

Jumlah ini kira-kira setara dengan cadangan pada periode yang sama tahun ini, kata sumber-sumber tersebut, yang meminta namanya tidak disebutkan karena diskusi tersebut bersifat tertutup.

Krisis pasokan batu bara telah berdampak luas pada perekonomian selama beberapa bulan terakhir, menyebabkan pemadaman listrik dan meningkatkan biaya energi.

Sebagai catatan, India menjadi negara tujuan ekspor batu bara terbesar kedua dengan volume sebesar 8,53 juta mt pada September 2026.

Besaran tersebut dilaporkan naik 22,03% dibandingkan dengan bulan sebelumnya, tetapi turun 3,63% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Berdasarkan data pelacakan kapal Kpler yang dihimpun SX Coal, China masih tercatat menjadi negara tujuan ekspor batu bara terbesar Indonesia yang melalui jalur laut pada September 2026, yakni mencapai 12,42 juta mt.

Secara umum, ekspor batu bara Indonesia melalui jalur laut pada September 2026 tercatat sebesar 36,45 juta mt naik tipis 0,52% dari bulan sebelumnya dan turun 18,11% yoy.

Kenaikan tipis ekspor secara bulanan tersebut dinilai didukung pemulihan permintaan dari India dan Filipina. Namun, melambatnya permintaan dari China hingga Malaysia justru membebani ekspor secara keseluruhan.

“Indonesia mengekspor batu bara terbanyak ke daratan China pada September 2026, yaitu sebesar 12,42 juta mt, turun 32,97% secara tahunan dan turun 15,48% dari bulan sebelumnya,” tulis SX Coal dalam riset terbarunya, Selasa (13/10/2026).

Selanjutnya, ekspor batu bara Indonesia ke Filipina mencapai 3,37 juta mt pada September 2026, naik 9,02% dibandingkan dengan bulan sebelumnya dan naik 6,97% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Kemudian, ekspor batu bara Indonesia ke Malaysia pada September 2026 mencapai 1,87 juta mt atau turun 10,69% secara bulanan dan turun 26,02% secara tahunan.

Ekspor batu bara ke Vietnam pada September 2026 mencapai 1,86 juta mt, turun secara 8,37% dan naik 4,77% secara tahunan.

Di sisi lain, sepanjang Januari—September 2026 atau year to date (ytd), SX Coal mencatat ekspor batu bara Indonesia melalui jalur laut mencapai 338 juta mt atau turun 6,16% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Sepanjang Januari—September 2026, ekspor batu bara Indonesia ke China tercatat sebesar 129 juta mt atau turun 6,38% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat realisasi produksi batu bara sepanjang Januari—September 2026 mencapai sekitar 514,98 juta mt.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Mienral dan Batu Bara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM, dari total produksi 514,98 juta mt tersebut, sebanyak 343,08 mt direalisasikan untuk pasar ekspor.

Sementara itu, sebesar 171,9 juta mt direalisasikan untuk kebutuhan batu bara domestik atau domestic market obligation (DMO).

(azr/wdh)

No more pages