Logo Bloomberg Technoz

PERDAGANGAN KOMODITAS

Bahlil Minta Ekspor SDA Tanpa Transit, Penambang Beber Bahayanya

Azura Yumna Ramadani Purnama
04 November 2026 10:00

Batu bara dimuat ke kapal kargo di lepas pantai Muara Berau, Kalimantan Timur, Indonesia./Bloomberg-Dimas Ardian
Batu bara dimuat ke kapal kargo di lepas pantai Muara Berau, Kalimantan Timur, Indonesia./Bloomberg-Dimas Ardian

Bloomberg Technoz, Jakarta – Penambang batu bara memaparkan adanya risiko di balik rencana Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia agar penjualan sumber daya alam (SDA) Indonesia tidak lagi 'mampir' ke negara tetangga untuk diekspor ulang.

Presiden Direktur PT Ucoal Sumberdaya FH Kristiono menjelaskan Indonesia belum memiliki infrastruktur terminal batu bara yang memadai untuk mendukung perdagangan langsung tanpa perantara ke negara pembeli.

Tak ayal, dia menilai keberadaan trader atau perusahaan perdagangan perantara masih dibutuhkan untuk mengelola risiko pengiriman, menjaga kualitas batu bara, hingga memastikan efisiensi proses pemuatan di pelabuhan.


"Jadi kira-kira itu kenapa kita perlu perantara trader. Risikonya gede banget. Kita mau memangku risiko itu? Enggak lah. Kecuali ada tadi, coal terminal," ujar Kris dalam diskusi di Minerba Convex 2026, Selasa (3/11/2026).

Batu bara dimuat ke kapal kargo di lepas pantai Muara Berau, Kalimantan Timur, Indonesia./Bloomberg-Dimas Ardian

Dia menjelaskan keterbatasan infrastruktur pelabuhan dan fasilitas pemuatan batu bara membuat kemampuan operasional masing-masing perusahaan tambang berbeda.