Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Stabil, Tertopang Aksi Beli di Pasar Surat Utang

Tim Riset Bloomberg Technoz
04 November 2026 13:15

Karyawan merapihkan uang rupiah dan dolar AS di tempat penukaran uang asing di Jakarta, Selasa (29/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan merapihkan uang rupiah dan dolar AS di tempat penukaran uang asing di Jakarta, Selasa (29/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah mempertahankan posisi di jalur hijau pada perdagangan Rabu (4/11/2026) siang.

Melansir data Bloomberg pada 12:42 WIB, rupiah stabil dengan penguatan terbatas 0,08% ke Rp18.134/US$, menyusul indeks dolar Amerika Serikat (AS) terpangkas 0,34% ke 101,52 yang menopang laju mata uang Asia. 

Rupiah dan mata uang Asia, Rabu (4/11/2026), siang 12.45 WIB. (Bloomberg)

Penguatan rupiah siang ini juga tak lepas pergerakan yield di pasar Surat Utang Negara (SUN) yang berbalik arah. Sebelumnya, pasar SUN diliputi aksi jual. Siang ini, sebagian besar tenor justru terpangkas. 


Data Bloomberg menunjukkan, yield tenor acuan 10 tahun kini terpangkas jadi 7,7% dari sebelumnya 7,73% tadi pagi. Begitu juga tenor pendek 1 tahun, yield turun 1,3 bps jadi 7,03%, disusul tenor 5 tahun turun 6 bps jadi 7,51%. 

Pasar surat utang balik arah. (Bloomberg)

Meski ada aksi beli di pasar obligasi, tampaknya investor domestik yang mengakumulasi sebagian besar aset pendapatan tetap itu.