Pasar Surat Utang Ikut Bergejolak, Yield Sebagian Tenor Naik
Tim Riset Bloomberg Technoz
04 November 2026 11:00

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pasar surat utang domestik pagi ini, Rabu (4/11/2026), masih diliputi aksi jual. Kenaikan yield terjadi di sebagian besar tenor, termasuk tenor acuan 10 tahun.
Melansir data Bloomberg pada 10:25 WIB, yield tenor acuan kembali naik 1,8 basis poin ke 7,74%. Disusul tenor panjang lainnya 13 tahun dengan kenaikan yield 3,3 bps jadi 7,81%.
Sementara, di tenor lebih pendek seperti 5 tahun, pelaku pasar mulai mengakumulasi beli dengan penurunan yield terbatas 0,5 bps jadi 7,56%. Begitu juga di tenor 11 dan 12 tahun, yield terpangkas ke 7,79 dan 7,8%.
Meski terpangkas, sebagian besar yield surat utang mulai dibanderol mahal oleh investor seiring meningkatnya premi risiko Indonesia. Credit Default Swap (CDS) INDON 5 tahun bertahan di 104,37 pada awal November, setelah sempat berada di 92,64 pada Oktober. Naiknya CDS berarti investor meningkatkan nilai premi risiko dalam memegang aset Indonesia.
Bukan tanpa sebab, belakangan ketidakpastian membayangi kondisi aset Indonesia. Mulanya, ada rencana klasifikasi oleh MSCI terhadap pasar Indonesia menjadi standalone market.






























