10 saham laggards pada Rabu (4/11/2026) berdasarkan data Bloomberg:
- PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) mengurangi 6,69 poin
- PT Barito Pacific Tbk (BRPT) mengurangi 5,12 poin
- PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) mengurangi 4,63 poin
- PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mengurangi 4,14 poin
- PT Astra International Tbk (ASII) mengurangi 3,52 poin
- PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) mengurangi 3,05 poin
- PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mengurangi 1,99 poin
- PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mengurangi 1,85 poin
- PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) mengurangi 1,73 poin
- PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) mengurangi 1,64 poin
Panin Sekuritas memaparkan, pada Sesi I siang hari ini IHSG ditutup melemah 0,88% di posisi 4.860, yang merupakan level terendah sejak September 2020 silam, di mana pasar masih terbebani kekhawatiran menjelang Rebalancing MSCI pada minggu depan dan cenderung wait and see menjelang rilis data GDP Kuartal III-2026 yang dirilis besok.
Adapun konsensus memprediksi GDP Indonesia tumbuh 1,3% quarter–on–quarter/qoq dan 5,2% year–on–year/yoy. Menteri Keuangan, Suahasil Nazara menyampaikan revisi proyeksi pertumbuhan PDB FY2026, menjadi 5,4%–5,5%, turun dan melambat dari proyeksi sebelumnya sebesar 5,6%–6%.
“Pasar juga mencermati perkembangan politik dalam negeri, menyusul proses hukum terhadap sejumlah mantan pejabat senior kepolisian terkait dugaan kasus penyadapan. Hal ini mendorong pelaku pasar mempertahankan sikap lebih berhati-hati dalam jangka pendek,” terang Panin Sekuritas.
Selain itu, dari global, pasar juga mencermati perkembangan konflik militer Amerika Serikat (AS) dengan Iran, setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan tidak ada rencana segera untuk kembali menyerang Iran dalam waktu dekat.
Terlebih agenda politik penting, yaitu AS midterm elections yang menentukan partai mana yang mengendalikan Dewan DPR dan Senat mulai Januari mendatang. Pasar memprediksi kemungkinan hampir 75% Partai Demokrat merebut DPR dan Senat.
Kemenangan telak Partai Demokrat di kedua kamar (DPR dan Senat) diproyeksikan memberikan sentimen negatif jangka pendek, khususnya bagi saham-saham sektor teknologi/AI, pertahanan, dan perawatan kesehatan. Hal ini dipicu oleh ekspektasi bahwa penguasaan Demokrat akan meningkatkan pengawasan regulasi (regulatory scrutiny) dan investigasi terhadap industri-industri besar tersebut.
Oleh sebab itu, para investor cenderung mengambil sikap wait and see sembari mencermati dinamika persaingan politik yang dapat memengaruhi arah kebijakan ekonomi dan regulasi di masa mendatang, melansir paparan Mirae Asset Sekuritas Indonesia.
(fad)





























