Logo Bloomberg Technoz

Pemerintah Diminta Intervensi Dini Cegah Lonjakan Harga Pangan

Pramesti Regita Cindy
03 November 2026 15:20

Ilustrasi Harga Pangan (Dennis A. Pratama/Bloomberg Technoz)
Ilustrasi Harga Pangan (Dennis A. Pratama/Bloomberg Technoz)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ekonom menyarankan pemerintah untuk memperkuat pasokan dan distribusi pangan serta memastikan ketersediaan kapasitas angkutan penerbangan untuk mengantisipasi lonjakan harga menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Hal ini disampaikan Ekonom Universitas Andalas Syafruddin Karimi menanggapi laporan Badan Pusat Statistik (BPS) yang melaporkan bahwa kelompok pangan dan tarif angkutan udara yang menjadi pendorong laju inflasi pada Oktober 2026 tercatat sebesar 0,22% secara bulanan (month-to-month/mtm).

Sementara itu, dalam perhitungan tahunan (year-on-year/yoy), inflasi pada Oktober tercatat mencapai 3,23%. Sementara itu, inflasi secara tahun berjalan (year-to-date/ytd) tercatat 2,40%.


Syafruddin menilai pemerintah perlu melakukan intervensi lebih awal untuk mencegah kenaikan harga pangan dan tarif pesawat semakin membebani daya beli masyarakat. Langkah tersebut dinilai lebih efektif dibandingkan sekadar menahan harga melalui kebijakan administratif.

"Untuk pangan, langkah paling cepat ialah memperkuat stok beras dan komoditas strategis, mempercepat distribusi dari daerah surplus ke daerah defisit, membuka operasi pasar secara terukur, memperbaiki informasi stok harian, dan mengurangi hambatan angkutan antardaerah," kata Syafruddin kepada Bloomberg Technoz, Selasa (3/11/2026).