Logo Bloomberg Technoz

PERTAMBANGAN

Update Tambang LTJ Mamuju: IUP Terbit, Eksplorasi Dimulai

Azura Yumna Ramadani Purnama
03 November 2026 15:10

Area tambang logam tanah jarang milik MP Materials Corp. Tambang Mountain Pass di Mountain Pass, California. (Joe Buglewicz/Bloomberg)
Area tambang logam tanah jarang milik MP Materials Corp. Tambang Mountain Pass di Mountain Pass, California. (Joe Buglewicz/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas) menegaskan telah mengantongi izin usaha pertambangan (IUP) eksplorasi tambang logam tanah jarang (LTJ) di Mamuju sejak Juli 2026 dan telah memiliki rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) eksplorasi yang terbit Agustus 2026.

Direktur Teknologi dan Pengembangan Bisnis Perminas, La Ode Tarfin Jaya menjelaskan perseroan sudah melakukan eksplorasi di dua blok tambang LTJ dengan luas eksplorasi masing-masing sebesar 100 hektare (ha).

Dia menyatakan telah melakukan pengeboran di 72 titik dengan jarak antartitik pengeboran 50 meter x 50 meter. La Ode menyatakan pengeboran dilakukan untuk memerinci hasil eksplorasi awal Badan Geologi yang sebelumnya menggunakan metode scout drilling dengan jarak pengeboran lebih renggang. 


"Jadi kan dia [Badan Geologi] menggunakan scout drilling yang relatif apa namanya jarang, nah sekarang kita rapatkan. Untuk pertama adalah untuk menghitung kembali sebenarnya kita punya sumber daya berapa, kemudian cadangan kita berapa," kata La Ode kepada awak media di sela Minerba Convex 2026, Selasa (3/11/2026).

Direktur Teknologi dan Pengembangan Bisnis Perminas, La Ode Tarfin Jaya. (Bloomberg Technoz/Azura Yumna)

La Ode menargetkan kegiatan eksplorasi rampung pada 2027 dengan total sekitar 200 titik pengeboran. Hasil eksplorasi selanjutnya akan digunakan untuk menghitung estimasi cadangan yang akan diverifikasi oleh competent person.