Logo Bloomberg Technoz

Bak Roller Coaster, IHSG Bakal Naik-Turun Bulan November Ini

Muhammad Julian Fadli
03 November 2026 16:15

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (19/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (19/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai bulan November 2026 dengan gelagat suram. Pelemahan nan fluktuatif cepat terjadi dalam dua hari perdagangan ini nyaris mirip dengan data historis dalam 10 tahun.

Jika dirata-ratakan, IHSG tercatat hanya mampu menguat tipis 0,58% selama perdagangan saham di bulan November, di balik fluktuatifnya Indeks Komposit.

Data Historis Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) November dalam 10 Tahun (Bloomberg Seasonality)

Pada perdagangan hari–hari pertama bulan ini, hingga Selasa (3/11/2026), IHSG tertekan di zona merah dengan penurunan 3% di posisi critical 4.904, amat lesu dengan kecenderungan agresivitas yang tinggi.


IHSG tergelincir hebat imbas ketidakpastian yang amat tinggi di pasar menyusul konsultasi Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait potensi penurunan (downgrade) status pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market, yang mencerminkan penurunan dua tingkat dari posisi saat ini.

Tekanan juga datang dari eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang enggan mereda, diiringi dengan tingginya harga minyak mentah di pasar komoditas global, hingga menyeret depresiasi nilai tukar rupiah, menyitir Phintraco Sekuritas.