Logo Bloomberg Technoz

PERSETUJUAN RKAB

ESDM Tegaskan Pemangkasan RKAB Nikel 2027 Bakal Lebih Ekstrem

Azura Yumna Ramadani Purnama
03 November 2026 14:05

Ekskavator dalam lubang di tambang nikel yang dioperasikan PT Citra Sejahtera Persada di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah./Bloomberg-Dimas Ardian
Ekskavator dalam lubang di tambang nikel yang dioperasikan PT Citra Sejahtera Persada di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah./Bloomberg-Dimas Ardian

Bloomberg Technoz, Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan pemangkasan kuota produksi bijih nikel dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2027 bakal lebih ekstrem dibandingkan dengan tahun ini.

Direktur Pembinaan Pengusahaan Mineral Ditjen Minerba Kementerian ESDM Cecep Mochammad Yasin mengatakan kuota produksi bijih nikel untuk 2027 bakal dirancang dengan mempertimbangkan kapasitas optimal pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter) nikel.

Dia menjelasakan arah kebijakan tersebut berbeda dengan tahun ini, yakni kuota produksi bijih nikel ditetapkan mempertimbangkan kebutuhan pasokan dari smelter nikel.


Terlebih, kata Cecep, logam nikel di pasar Shanghai Future Exchange (SHFE) dan London Metal Exchange (LME) mengalami kelebihan pasokan atau oversupply hingga skeitar 800.000 metrik ton (mt) nikel (Ni).

Outlook produksi nikel Indonesia./dok. BMI

"Karena dari pelaku usaha pun, seperti Huayou, mereka akan menurun kapasitas produksinya sampai dengan 50% termasuk juga Tsingshan dan lain juga akan menurunkan karena pasokan yang stok global yang tinggi," kata Cecep di sela Minerba Convex 2026, Selasa (3/11/2026).