PERSETUJUAN RKAB
Bahlil Sinyalir Bakal Pangkas Kuota Produksi Nikel Lagi pada 2027
Azura Yumna Ramadani Purnama
02 November 2026 14:40

Bloomberg Technoz, Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberikan sinyal bakal kembali memangkas kuota produksi bijih nikel dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2027.
Bahlil mengungkapkan harga logam nikel dunia belakangan turun ke bawah US$16.000/metrik ton (mt), sebab terdapat kelebihan pasokan global di London Metal Exchange (LME) dan Shanghai Future Exhange (SHFE) hingga 750.000 metrik ton (mt) nikel (Ni).
Untuk itu, Bahlil memerintahkan Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Dirjen Minerba) Ti Winarno untuk mengendalikan suplai bijih nikel melalui instrumen RKAB.
“Jadi Pak Dirjen, menurut saya, strategi untuk mengendalikan supply and demand lewat RKAB untuk di nikel lakukan. Saya yang tanggung jawab untuk kebaikan bangsa dan negara. Enggak usah ragu-ragu. Pasti banyak yang protes [jika kuota produksi dipangkas], saya tahu,” kata Bahlil dalam Minerva Convex 2026, Senin (2/11/2026).
Bahlil juga mengimbau kepada industri hulu dan hilir nikel untuk menahan diri agar tidak melakukan produksi secara berlebih.




























