Logo Bloomberg Technoz

Langkah The Fed Bebani Rupiah & Mata Uang Asia

Tim Riset Bloomberg Technoz
17 September 2026 09:33

Pengunjung menukarkan mata uang dolar AS dan rupiah di tempat penukaran mata uang di Jakarta, Senin (27/7/2026) (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pengunjung menukarkan mata uang dolar AS dan rupiah di tempat penukaran mata uang di Jakarta, Senin (27/7/2026) (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah membuka pasar spot dengan pelemahan 0,18% ke Rp17.724/US$, seiring penguatan dolar Amerika Serikat (AS), mempersempit ruang apresiasi bagi mata uang Asia. Tak lama berselang, rupiah melanjutkan pelemahan 0,24% ke Rp17.735/US$ pada 09:10 WIB. 

Dari kawasan, won Korea Selatan melemah paling tajam. Disusul baht Thailand, rupiah, ringgit Malaysia, peso Filipina, yuan China, dolar Taiwan dan yuan offshore.

Sebaliknya, yen Jepang mendapat penguatan terbatas bersama dolar Singapura. 

Pergerakan mata uang Asia pada Kamis (17/9/2026). (Bloomberg)

Tertahannya laju mata uang Asia disebabkan oleh tiga hal. Pertama, sikap hawkish bank sentral AS Federal Reserve yang mengerek suku bunga acuan 25 basis poin (bps) ke 3,75-4% membuat indeks dolar AS menguat terhadap enam mata uang utama ke 100,27. 

Investor kini mempertimbangkan seberapa cepat The Fed akan kembali mengetatkan kebijakan ketika inflasi diperkirakan semakin meluas. Pelaku pasar uang memperkirakan sekitar 50% peluang kenaikan suku bunga acuan pada Oktober.