Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan nilai perdagangan mencapai Rp16,82 triliun dari sejumlah 64,4 miliar saham ditransaksikan, dengan frekuensi yang terjadi 2,45 juta kali diperjualbelikan. Tercatat masih ada penguatan 282 saham, dan 321 saham terjadi pelemahan. Sisanya 186 saham stagnan.
Penyebab IHSG Melemah
Saham–saham barang baku, saham infrastruktur, dan saham perindustrian utamanya menjadi pemberat IHSG dengan tertekan mencapai 1,34%, 0,94%, dan 0,81% begitu juga saham energi drop 0,63%, disusul oleh pelemahan pada saham properti dengan melemah 0,38%.
Terungkap, berdasarkan data Bloomberg, ditutup melemahnya IHSG merupakan efek langsung dari tertekannya sejumlah saham big caps yang memiliki bobot besar terhadap Indeks.
Saham–saham big caps pemberat IHSG dan menempati jajaran top losers.
- PT Bayan Resources Tbk (BYAN) mengurangi 5,73 poin
- PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) mengurangi 3,81 poin
- PT Astra International Tbk (ASII) mengurangi 3,27 poin
- PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) mengurangi 2,8 poin
- PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) mengurangi 2,72 poin
- PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) mengurangi 2,33 poin
- PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) mengurangi 1,85 poin
- PT United Tractors Tbk (UNTR) mengurangi 1,56 poin
- PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) mengurangi 1,49 poin
- PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) mengurangi 1,37 poin
Analis Phintraco Sekuritas menyebut, IHSG ditutup melemah 0,06% di level 6.595,77, tekanan jual di pasar obligasi global akibat kecemasan akan tingginya inflasi, potensi kenaikan suku bunga, serta tingginya beban utang, hingga memanasnya kembali konflik AS-Iran yang memicu kenaikan harga minyak, menjadi sentimen negatif sepanjang hari ini.
“Investor global di Bursa Saham memasuki mode risk-off, di mana investor akan cenderung mengalihkan asetnya ke alternatif investasi yang dianggap lebih rendah risikonya,” papar Phintraco, Rabu.
Secara teknikal, IHSG masih bertahan di atas MA–5 dan histogram MACD masih bertahan di area positif, namun terjadi kenaikan volume jual. Sehingga, lanjut riset tersebut, diperkirakan IHSG akan bergerak sideways pada rentang 6.550–6.650. Namun jika breakdown dari level 6.550, diperkirakan akan uji level di 6.500 pada perdagangan esok, Kamis (3/9/2026.
(fad)






























