Indef: Subsidi EV Wajib Dicabut Jika Sudah Capai 'Tipping Point'
Sabrina Mulia Rhamadanty
14 August 2026 10:10

Bloomberg Technoz, Jakarta – Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menekankan pemberian insentif untuk kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) berbasis baterai nikel atau nickel manganese cobalt (NMC) wajib dicabut setelah mencapai titik jenuh awal atau tipping point.
Direktur Indef Green Transition Initiative (GTI) Imaduddin Abdullah menjelaskan insentif pemerintah pada dasarnya berfungsi sebagai pemantik awal di saat ekosistem EV belum terbentuk.
"Di berbagai negara ada yang disebut sebagai tipping point kalau insentif. Jadi misalnya jumlah populasinya kendaraannya [EV] sudah lebih dari level tertentu, tidak perlu diberikan insentif lagi,” kata Imaduddin saat ditemui usai agenda Indef Green Transition Initiative (INDEF GTI), Kamis (13/8/2026).
Imaduddin menambahkan, pengalaman internasional menunjukkan, begitu porsi kepemilikan EV menyentuh angka kritis tertentu terhadap total kendaraan, tingkat adopsi masyarakat akan melonjak drastis. Pada fase pertumbuhan pesat inilah keberadaan subsidi fiskal dianggap tidak lagi relevan.
"Ketika sudah pada tipping point tersebut, kalau di beberapa negara populasinya ketika sudah 9% dari total kendaraan, akan ada pertumbuhan eksponensial. Nah ketika eksponensial sudah tidak perlu dikasih insentif lagi," ujarnya.

































