Dampak Insentif EV ke Tambang: Serapan Nikel Tak Otomatis Naik
Sabrina Mulia Rhamadanty
11 August 2026 12:50

Bloomberg Technoz, Jakarta – Rencana pemberian insentif pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP) sebesar 100% untuk kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) berbasis baterai nikel dinilai tidak serta-merta mendongkrak penyerapan bijih nikel jenis limonit dari para penambang lokal.
Dewan Penasihat Pertambangan Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) Djoko Widajatno menjelaskan, sebelum diolah menjadi bahan baku baterai kendaraan listrik, limonit atau bijih nikel kadar rendah harus diproses menggunakan teknologi pemurnian high pressure acid leaching (HPAL).
Namun, operasional fasilitas HPAL tersebut sangat bergantung pada ketersediaan sulfur yang saat ini mayoritas diimpor dari kawasan Timur Tengah.
"HPAL masih terkendala bahan baku untuk prosesnya yakni sulfur yang diolah jadi asam sulfat itu, yang berasal dari Timur Tengah, karena jalur angkut lewat Selat Hormuz yang ditutup akibat perang Iran dan Amerika, tidak dapat diperkirakan waktu berakhirnya," kata Djoko saat dihubungi, Selasa (11/8/2026).
Djoko menambahkan jalur distribusi sulfur saat ini masih menghadapi masalah serius akibat ketegangan geopolitik yang memicu penutupan Selat Hormuz.































