Logo Bloomberg Technoz

LOGAM DASAR

Nikel Menuju US$19.500 Jika Produksi IMIP Drop 40% hingga Q2-2027

Azura Yumna Ramadani Purnama
28 September 2026 08:50

Briket nikel. (Philip Gostelow/Bloomberg)
Briket nikel. (Philip Gostelow/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Analis komoditas meramal harga logam nikel dunia dapat bergerak menuju US$19.500/ton jika pemangkasan produksi di PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) terjadi pada level 40% dari kapasitas produksi dan berlangsung hingga kuartal II-2027.

Analis komoditas dan Presiden Komisaris HFX International Berjangka Sutopo Widodo meyakini harga logam nikel dunia bisa kembali ke kisaran US$17.500—US$19.500/ton dalam beberapa bulan ke depan, mendekati puncaknya yang diprediksi pada Mei 2026.

Sutopo menyatakan kondisi tersebut juga dipengaruhi kebijakan pemangkasan kuota produksi dalam rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB), yang dilakukan pemerintah pada tahun ini.


"Skenario yang lebih mungkin terjadi adalah harga bergerak naik dari level saat ini US$16.700 ke kisaran US$17.500—US$19.500/ton dalam beberapa bulan ke depan mendekati puncak Mei 2026; dengan syarat pemangkasan produksi di Sulawesi benar-benar terealisasi di kisaran 30%—40%,” kata Sutopo ketika dihubungi Bloomberg Technoz, Senin (28/9/2026).

Bola-bola nikel./Bloomberg-Cole Burston

Tertahan Inventori