Insentif EV Dicap Jadi Taktik Selamatkan Proyek Besar Hilir Nikel
Sabrina Mulia Rhamadanty
12 August 2026 08:40

Bloomberg Technoz, Jakarta – Wacana insentif pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP) sebesar 100% untuk kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) berbasis nickel manganese cobalt (NMC) dinilai ditujukan untuk menyelamatkan proyek hilirisasi nikel raksasa yang telah terbangun di Indonesia.
“Insentif fiskal yang diberikan ini sebagai pengaman agar industri hilirisasi nikel yang sudah terbangun di dalam negeri dapat terus berlanjut,” kata pakar energi dari Universitas Padjajaran (Unpad) Yayan Satyakti saat dihubungi, Rabu (12/8/2026).
Yayan menjelaskan lebih lanjut bahwa kemunculan insentif EV yang berbarengan dengan peresmian pabrik baterai baru menandakan adanya pola kebijakan klasik.
Menurutnya, pemerintah menerapkan kombinasi pembatasan pasokan untuk menopang harga pasar, sekaligus memberikan stimulasi permintaan guna menyerap hasil produksi pabrik.
“Secara teori ekonomi, kondisi ini menggambarkan persoalan biaya terbenam [sunk cost]. Karena nilai investasi yang telah dikeluarkan sangat besar dan tidak dapat ditarik kembali, pemerintah menghadapi dorongan kuat untuk melindungi nilai investasi proyek hilirisasi tersebut,” jelasnya.




























