Logo Bloomberg Technoz

LOGAM DASAR

Pasok Nikel IMIP Drop, Smelter Baja Nirkarat China Bisa Terdampak

Azura Yumna Ramadani Purnama
28 September 2026 09:50

Sebuah bengkel peleburan baja nirkarat di pabrik./Bloomberg-Anindito Mukherjee
Sebuah bengkel peleburan baja nirkarat di pabrik./Bloomberg-Anindito Mukherjee

Bloomberg Technoz, Jakarta – Turunnya produksi besi kasar nikel atau nickel pig iron (NPI) dari smelter pirometalurgi berteknologi rotary kiln electric furnace (RKEF) di PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) rawan membuat pabrik baja nirkarat di China defisit bahan baku. 

Analis komoditas dan Founder Traderindo Wahyu Laksono menyatakan gangguan operasional smelter RKEF di IMIP gegra defisit air tidak serta-merta membuat pasar mengalami kelangkaan NPI dalam sekejap, melainkan memangkas surplus pasokan global yang menekan harga.

“Pasokan NPI ke rantai produksi baja nirkarat menjadi jauh lebih ketat di tingkat pasar spot, sehingga pabrik baja nirkarat mulai menghadapi kenaikan biaya bahan baku dan potensi perebutan kargo pengiriman jangka pendek,” ungkap Wahyu kepada Bloomberg Tecnoz, Senin (28/9/2026).

Produksi baja nirkarat dunia sebagai penopang permintaan nikel./dok. BMI

Pasokan Ketat

Dihubungi terpisah, Head of Center of Industry Trade and Investment INDEF GTI Andry Satrio Nugroho menyatakan pasokan NPI bakal lebih ketat jika produksi terus berkurang, sementara kebutuhan pabrik baja nirkarat tetap tinggi.