Logo Bloomberg Technoz

LOGAM DASAR

Harga Nikel Bisa Menuju US$17.500 Usai Produksi di IMIP Anjlok

Azura Yumna Ramadani Purnama
24 September 2026 10:00

Besi kasar atau pig iron yang akan dilebur menjadi peralatan masak dari besi cor./Bloomberg-Luke Sharrett
Besi kasar atau pig iron yang akan dilebur menjadi peralatan masak dari besi cor./Bloomberg-Luke Sharrett

Bloomberg Technoz, Jakarta – Analis komoditas mencatat pemangkasan produksi yang terjadi di kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) membuat harga logam nikel keluar dari area US16.000/ton, lantas bergerak menuju level US$17.500/ton.

Analis komoditas dan Founder Traderindo Wahyu Laksono menilai penurunan produksi smelter pirometalurgi berbasis rotary kiln electric furnace (RKEF) yang menghasilkan besi kasar nikel atau nickel pig iron (NPI) di IMIP memberikan dampak langsung terhadap rantai pasok baja nirkarat dunia dan pasar logam nikel global.

Dia menyatakan harga logam nikel di London Metal Exchange (LME) bakal menguji level resistensinya di kisaran US$17.500—US$18.500/ton, terutama jika penurunan produksi di IMIP berlanjut hingga awal tahun depan.


“Penurunan produksi nickel pig iron di kawasan industri Sulawesi, khususnya IMIP, akibat kekeringan dari fenomena El Niño membawa dampak langsung terhadap dinamika rantai pasok dan sentimen pasar nikel. Dinamika pasokan ini memberi bantalan kuat pada pergerakan harga nikel di bursa global seperti LME,” kata Wahyu ketika dihubungi Bloomberg Technoz, Kamis (24/9/2026).

Proyeksi harga nikel sampai dengan 2030./dok. BMI

Level Psikologis