ENERGI FOSIL
Listrik PLTU RI Setara 58% On Grid, Industri Logam Pengguna Utama
Azura Yumna Ramadani Purnama
25 September 2026 08:20

Bloomberg Technoz, Jakarta – Pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara captive di Indonesia tercatat telah setara dengan sekitar 58% produksi listrik dari pembangkit batu bara on grid, dengan industri pengolahan logam menjadi sektor pengguna utama PLTU captive.
Adapun, PLTU captive merupakan pembangkit listrik yang dibangun perusahaan untuk memasok fasilitasnya sendiri, tidak disalurkan ke jaringan listrik PT PLN (Persero).
Lembaga riset energi Ember, dalam analisis terbarunya, mencatat produksi listrik dari PLTU captive pada 2026 mencapai 134 terawatt hour (TWh) atau setara dengan 58% produksi listrik PLTU batu bara yang terhubung ke sistem PLN sebesar 233 TWh.
“Pembangkit ini sebagian besar berada di luar komitmen transisi energi Indonesia, setara dengan sekitar 135 Mt emisi CO₂, serta tambahan 30 TWh pembangkitan dari pembangkit batu bara captive dibandingkan dengan data Buku Panduan Statistik Energi dan Ekonomi ESDM,” tulis Ember dalam riset berjudul Indonesia’s Captive Coal Giant: Better Data to Shape Industrial Competitiveness, dipublikasikan Kamis (24/9/2026).
Ember memprediksi PLTU batu bara captive menyetor emisi sekitar 135 juta metrik ton karbon dioksida atau CO₂ pada 2025, naik dari 120 juta ton pada 2024 atau setara dengan 48% emisi dari pembangkit listrik yang terhubung ke jaringan di Indonesia.






























