SUBSIDI ENERGI
YLKI Beber 3 Tantangan Migrasi LPG 3 Kg ke Kompor Listrik dan CNG
Sabrina Mulia Rhamadanty
28 September 2026 16:20

Bloomberg Technoz, Jakarta – Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Niti Emiliana mengungkapkan tiga tantangan utama migrasi penggunaan liquified petroleum gas (LPG) 3 kilogram ke penggunaan compressed natural gas (CNG) dan kompor listrik.
Hal ini diungkap Niti menyambung keputusan pemerintah untuk memangkas kuota LPG 3 kg dari usulan awal sebanyak 8,95 juta ton menjadi 8 juta ton untuk Tahun Anggaran 2027.
“Kalau kuota [LPG 3 kg] dipangkas dan sebagai gantinya adalah CNG dan kompor listrik, transisi ini akan memunculkan tantangan baru bagi masyarakat sehingga pemerintah harus menjalankannya secara bertahap,” ungkap Niti saat dihubungi Bloomberg Technoz, Senin (28/9/2026).
Niti menjelaskan tantangan pertama terletak pada kesiapan infrastruktur jaringan gas (jargas) domestik dan ketersediaan tabung CNG.
Penggunaan CNG memerlukan penetrasi jaringan pipa atau ketersediaan tabung khusus yang memadai hingga ke tingkat rumah tangga.
































