Masih Pakai CN51, Pertambangan RI Rentan Terpapar Krisis Diesel
Azura Yumna Ramadani Purnama
12 September 2026 09:00

Bloomberg Technoz, Jakarta – Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) menilai sektor pertambangan menjadi salah satu industri yang rentan terdampak jika krisis diesel global meluas ke Indonesia, sebab alat berat pertambangan menggunakan solar berkualitas tinggi CN 51 yang masih diimpor.
Ketua Umum Perhapi Sudirman Widhy Hartono menyatakan solar CN 51 umumnya digunakan oleh alat berat pertambangan di wilayah kondisi ekstrem, seperti daerah dataran tinggi yang bersuhu dingin.
Dia mengungkapkan operasional tambang yang berada di lokasi ekstrem tersebut bakal menjadi sektor usaha yang cukup berdampak, jika nantinya krisis diesel global turut merembet ke Indonesia.
“Dengan demikian, memang operasional tambang dengan kondisi tersebut yang kemungkinan akan mengalami dampak dari kelangkaan CN51 jika nanti berkurang volume impornya,” kata Sudirman ketika dihubungi, Sabtu (12/9/2026).
Lebih lanjut, dia menegaskan hingga saat ini belum mendapatkan laporan sudah terdapat tambang di Indonesia yang terdampak krisis diesel global.





























