Logo Bloomberg Technoz

Amran Klaim Rugi Konsumen Skandal Beras Fortifikasi Rp89 T

Sabrina Mulia Rhamadanty
15 September 2026 13:10

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman./dok. Kementan
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman./dok. Kementan

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkap dugaan penipuan beras fortifikasi yang diperkirakan menimbulkan kerugian konsumen hingga Rp89 triliun. 

Amran menyampaikan bahwa berdasarkan perhitungan cermat, sekitar 90% produk beras fortifikasi yang beredar di pasaran tidak memenuhi standar kandungan gizi yang dipersyaratkan.

“Ini Rp89 triliun [estimasi kerugian]. Kita sudah hitung dengan cermat, 90% tidak sesuai standar,” ungkap Amran saat agenda konferensi pers di Kantor Kementerian Pertanian, Selasa (15/9/2026). 


Amran menjelaskan bahwa dugaan manipulasi ini terlihat dari lonjakan harga jual yang sangat tinggi. Produk beras fortifikasi dijual hingga mencapai Rp57.000 per kilogram, padahal harga wajarnya berada di kisaran Rp13.000 per kilogram. 

Selisih harga yang mencapai Rp44.000 per kilogram tersebut disinyalir sebagai bentuk penipuan label kemasan, mengingat biaya tambahan untuk proses produksi fortifikasi vitamin sebenarnya hanya sekitar Rp1.000 per kilogram.