Logo Bloomberg Technoz

Tak Bisa Jiplak Biodiesel, Asa Bioetanol E20 Terhambat Tata Niaga

Sabrina Mulia Rhamadanty
28 July 2026 12:40

Bahan bakar bioetanol menetes dari pompa bahan bakar./Bloomberg-Si Barber
Bahan bakar bioetanol menetes dari pompa bahan bakar./Bloomberg-Si Barber

Bloomberg Technoz, Jakarta – Direktur Eksekutif Center for Energy Security Studies (CESS) sekaligus pengamat energi dari Universitas Indonesia (UI) Ali Ahmudi mengatakan target mandatori bensin dengan campuran bioetanol 20% alias E20 tidak bisa dilakukan dengan cara menduplikasi sistem mandatori biodiesel B50. 

Ketiadaan tata niaga yang mapan, minimnya pabrik pengolahan fuel grade, serta potensi benturan dengan ketahanan pangan nasional menjadi tantangan mendasar yang harus segera diselesaikan sebelum pemerintah memulai E20.

"Jadi copy-paste [copas] B50 itu tidak bisa. Kalau biodiesel, ekosistemnya sudah jelas, tata niaganya sudah tertata rapi, ada alokasi untuk DMO, ekspor, hingga produk pangan. Keberadaan BPDP [Badan Pengelola Dana Perkebunan] juga mendukung insentif. Nah, kalau untuk bioetanol, tata niaga seperti itu belum ada sama sekali," ujar Ali saat dihubungi, Selasa (28/7/2026). 

Ilustrasi bahan bakar berbasis bauran bioetanol./Bloomberg-Si Barber

Ketimpangan Infrastruktur

Ali menjelaskan ketimpangan paling mencolok antara kedua jenis bahan bakar nabati (BBN) tersebut terletak pada kesiapan infrastruktur industri hilir.