Logo Bloomberg Technoz

Daftar 25 Merek Beras Fortifikasi Palsu: HOK-1 hingga Topi Koki

Sabrina Mulia Rhamadanty
15 September 2026 12:20

Mentan Amran Sulaiman. (Diolah)
Mentan Amran Sulaiman. (Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Amran Sulaiman, membeberkan 25 daftar merek beras yang diduga tidak memenuhi ketentuan fortifikasi atau beras yang tidak memenuhi standar penambahan zat gizi mikro (vitamin dan mineral). 

Dari 27 merek yang menjadi temuan pemerintah, sebanyak 25 merek dinyatakan tidak memenuhi standar (TMS).

"Ada 25 [merek beras fortifikasi palsu]," ucap Amran dalam konferensi pers di kantor Kementerian Pertanian, Selasa (15/9/2026). 


Amran mengatakan, fortifikasi merupakan beras yang seharusnya mengandung tambahan gizi, karena diperuntukkan untuk kelompok rentan seperti anak stunting, ibu menyusui, hingga balita. Oleh karena itu, beras fortifikasi menjadi salah satu beras yang disubsidi oleh pemerintah. Di sisi lain, beras-beras fortifikasi tersebut dijual dengan harga yang sangat tinggi. 

"Kita sudah hitung dengan cermat, 90% tidak sesuai standar [beras fortifikasi]. Nah, ini [dijual] Rp57.000 harusnya Rp13.000 harganya. Untungnya sampai Rp44.100 per kilo," ucap Amran.