Logo Bloomberg Technoz

BMKG Temukan Jejak Tsunami Flores hingga 2,68 Meter

Dinda Decembria
15 September 2026 20:20

Ilustrasi Tsunami (Envato)
Ilustrasi Tsunami (Envato)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap jejak tsunami yang menerjang pesisir utara Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 pada 15 Agustus 2026. Hasil survei menunjukkan tsunami mencapai ketinggian hingga 2,68 meter dan masuk sejauh 145 meter ke daratan.

"Selain mengumpulkan data teknis, BMKG juga melakukan sosialisasi dan edukasi kepada tokoh masyarakat, pemuka agama, serta warga di titik-titik pengungsian," kata Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG Teguh Rahayu dalam konferensi pers di Gedung MHEWS BMKG, Jakarta Selasa (15/9/2026).

Teguh mengatakan survei lapangan dilakukan pada 15-25 Agustus 2026 di tujuh kabupaten terdampak, yakni Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka.


Survei juga dilakukan bersama kementerian/lembaga, BNPB, pemerintah daerah, BPBD, dan Forkopimda untuk mendukung pemulihan wilayah.

Berdasarkan survei tsunami, tinggi gelombang atau run-up tertinggi mencapai 2,68 meter di Desa Selama, disusul Tadho Tengah 2,42 meter, Dusun Tompong 2,39 meter, dan Nangadero 2,24 meter.