Masih Impor Solar CN51, RI Berisiko Terdampak Krisis Diesel Dunia
Azura Yumna Ramadani Purnama
10 September 2026 09:50

Bloomberg Technoz, Jakarta – Praktisi senior industri minyak dan gas (migas) Hadi Ismoyo memandang Indonesia tetap bisa terdampak krisis diesel global meskipun menyatakan telah menghentikan impor solar berkualitas rendah (CN 48), meski masih mengimpor solar berkualitas tinggi atau CN 51.
Hadi menyatakan krisis solar (diesel) global yang terjadi di berbagai belahan dunia bisa makin meluas akibat ketatnya pasokan di tengah konflik geopolitik di Timur Tengah dan eskalasi perang Rusia–Ukraina.
Dia mencatat saat ini Indonesia masih mengimpor bahan bakar minyak (BBM) sekitar 350.000 barel per hari (bph). Jika separuhnya diasumsikan merupakan diesel atau gasoil, Indonesia diramal mengimpor solar sekitar 175.000 bph.
“Sangat mungkin meluas ke negara negara Asia, karena pasokan diesel dunia berkurang karena masalah geopolitik di negara konflik. Jika krisis akhirnya terjadi juga yang paling kena dampak adalah industri logistik, pertambangan, dan sektor transportasi,” kata Hadi ketika dihubungi, Kamis (10/9/2026).
Dia menegaskan jika krisis diesel telah menjangkau negara Asia, termasuk Indonesia, sektor-sektor usaha yang bergantung pada penggunaan solar bakal sangat terdampak.





























