Logo Bloomberg Technoz

Profit Tumbuh Dua Digit, MDIY Jaga Prospek Ekspansi


Pengunjung melakukan transaksi di gerai MR.DIY, Jakarta. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pengunjung melakukan transaksi di gerai MR.DIY, Jakarta. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - MDIY terus memperluas jaringan gerainya di Indonesia di tengah perubahan pola belanja konsumen dan tantangan operasional industri ritel. Hingga akhir Agustus 2026, PT Daya Intiguna Yasa Tbk telah memiliki 1.400 toko yang tersebar di berbagai wilayah.

Pencapaian tersebut diraih setelah perseroan menambah 177 toko sejak awal 2026. Dengan tambahan jaringan itu, MDIY menjaga laju ekspansi untuk mencapai target pembukaan sedikitnya 270 toko baru hingga akhir tahun.

Perluasan jaringan MDIY juga berlangsung di luar kota-kota besar. Perseroan telah menjangkau 445 dari 514 kabupaten dan kota di 37 dari 38 provinsi di Indonesia.

Sejumlah wilayah tier 3 turut menjadi sasaran ekspansi, termasuk Kabupaten Sorong Selatan dan Kabupaten Buton Tengah. Langkah tersebut memperluas akses masyarakat terhadap sekitar 18.000 pilihan produk kebutuhan sehari-hari.

Pada akhir 2025, MDIY tercatat memiliki 1.226 toko. Artinya, jumlah gerai perseroan telah meningkat signifikan dalam kurun waktu kurang dari satu tahun.

Dari total jaringan yang dimiliki, sekitar 80% merupakan toko standalone, sedangkan 20% lainnya berada di pusat perbelanjaan. Komposisi tersebut memberikan ruang bagi perseroan untuk menyesuaikan format gerai dengan karakteristik pasar di masing-masing wilayah.

Ekspansi tersebut berlangsung bersamaan dengan penerapan pendekatan customer centric. Strategi ini menempatkan kebutuhan pelanggan sebagai salah satu pertimbangan dalam menentukan lokasi toko, pilihan produk, hingga pengembangan pengalaman berbelanja.

Ekspansi MDIY Ditopang Arus Kas

Analis Ajaib Sekuritas Alvin Murthi menilai kemampuan MDIY mempertahankan kecepatan ekspansi tidak terlepas dari karakter bisnis perseroan yang menghasilkan arus kas kuat.

“Karakter bisnis yang cash-generative memungkinkan MDIY mendanai pembukaan toko baru dari sumber internal, tanpa harus meningkatkan ketergantungan terhadap utang secara agresif sehingga neraca tetap kuat dan terjaga.” ungkapnya.

Menurut Alvin, posisi keuangan tersebut menjadi fondasi penting bagi MDIY untuk mempertahankan ekspansi sekaligus menjaga keunggulan kompetitif di industri ritel.

Pertumbuhan jaringan juga dapat menciptakan manfaat skala ekonomi. Semakin luas jaringan toko, semakin besar peluang perseroan memperkuat daya tawar dalam pengadaan barang sekaligus meningkatkan efisiensi distribusi.

Kondisi tersebut menjadi penting karena industri ritel menghadapi tantangan yang lebih kompleks pada kuartal II-2026. Tidak adanya dorongan musiman yang signifikan membuat pertumbuhan penjualan menghadapi basis permintaan yang lebih normal.

Di sisi lain, konsumen semakin selektif dalam berbelanja. Gangguan logistik juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi dinamika operasional peritel sepanjang periode tersebut.

MDIY merespons kondisi itu melalui sejumlah program untuk menjaga daya tarik penjualan. Perseroan menjalankan kampanye seperti program harga tetap sama hingga Back to School.

Selain strategi promosi, perseroan menyesuaikan aktivitas logistik dengan menggunakan metode pengiriman alternatif. Persediaan produk fast-moving juga diprioritaskan untuk toko-toko yang memiliki tingkat perputaran barang lebih tinggi.

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa ekspansi jaringan tidak hanya berorientasi pada penambahan jumlah toko. MDIY juga perlu memastikan setiap gerai dapat ditopang oleh ketersediaan produk serta distribusi yang efisien.

Kinerja Keuangan Mengikuti Ekspansi

Strategi tersebut tercermin dalam kinerja keuangan MDIY sepanjang semester I-2026. Perseroan membukukan pendapatan Rp4,6 triliun, tumbuh 24,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan juga terlihat pada tingkat operasional. EBITDA MDIY meningkat 16,1% secara tahunan menjadi Rp1,4 triliun.

Sementara itu, laba setelah pajak tercatat mencapai Rp590,7 miliar atau tumbuh 16,4% dibandingkan semester I-2025. Pertumbuhan tersebut menunjukkan ekspansi jaringan berjalan beriringan dengan peningkatan skala bisnis.

Alvin menilai kombinasi pertumbuhan jaringan, profitabilitas dan kemampuan menghasilkan kas menjadi salah satu kekuatan utama MDIY dalam menjaga momentum bisnis.

“MDIY memiliki kombinasi karakter sebagai peritel yang terus bertumbuh, profitable, bermargin tebal, dan cash-generative. Dengan fondasi tersebut, MDIY memiliki peluang yang kuat untuk mempertahankan momentum pertumbuhan hingga akhir tahun,” kata Alvin.

Dengan target sedikitnya 270 toko baru pada 2026, MDIY masih memiliki ruang untuk menambah jaringan setelah mencapai 1.400 toko pada akhir Agustus.

Ekspansi tersebut juga memperlihatkan perubahan cakupan geografis perseroan. Kehadiran di wilayah tier 3 menunjukkan bahwa pertumbuhan jaringan tidak hanya mengandalkan penetrasi pasar di pusat ekonomi utama.

Bagi industri ritel, perluasan jaringan ke wilayah yang lebih beragam dapat membuka sumber pertumbuhan baru. Namun, ekspansi juga menuntut kemampuan menjaga efisiensi rantai pasok, ketersediaan barang, serta produktivitas masing-masing gerai.

Dalam konteks tersebut, kekuatan arus kas menjadi salah satu faktor penting. Kemampuan membiayai pertumbuhan dari sumber internal dapat memberikan fleksibilitas bagi MDIY dalam menentukan kecepatan pembukaan toko tanpa meningkatkan tekanan leverage secara agresif.

Prospek MDIY juga ditopang oleh pertumbuhan kinerja hingga semester I-2026. Dengan pendapatan, EBITDA, dan laba yang masih tumbuh dua digit, perseroan memiliki basis keuangan untuk melanjutkan ekspansi pada paruh kedua tahun ini.

Alvin memandang kombinasi ekspansi yang masih berada dalam jalur target, cakupan geografis yang semakin luas, serta profitabilitas dan arus kas yang solid membuat prospek MDIY tetap menarik.

Perkembangan tersebut menempatkan strategi ekspansi MDIY bukan sekadar pada penambahan jumlah toko. Kemampuan membaca pola permintaan, mengatur distribusi, menjaga persediaan dan mempertahankan efisiensi menjadi faktor yang menentukan keberlanjutan pertumbuhan perseroan.

Dengan jaringan yang telah mencapai 1.400 toko dan target ekspansi yang masih berjalan, MDIY memasuki sisa 2026 dengan ruang pertumbuhan yang relatif terbuka. Tantangan berikutnya adalah mempertahankan kualitas ekspansi ketika perseroan memperluas jangkauan ke semakin banyak wilayah Indonesia.