Logo Bloomberg Technoz

Listrik di RI Dominan CBU, Lokalisasi Jadi Tantangan

Muhammad Fikri
15 September 2026 14:30

Mobil listrik antre mengisi daya di SPKLU Gambir, Jakarta, Kamis (23/4/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Mobil listrik antre mengisi daya di SPKLU Gambir, Jakarta, Kamis (23/4/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Minth Group mengungkap mayoritas kendaraan listrik berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV) yang beredar di Indonesia masih berstatus completely built-up (CBU). 

Kondisi tersebut menunjukkan proses lokalisasi kendaraan listrik, termasuk komponen pendukungnya, masih menjadi tantangan industri otomotif nasional.

Chief Strategy Officer Minth Group, William Chin mengatakan sekitar 99% BEV dari pangsa kendaraan listrik di Indonesia masih berstatus CBU dan belum banyak mengalami lokalisasi. Adapun BEV disebut telah mencapai sekitar 17%, sementara pangsa EV secara keseluruhan berada di kisaran 28%.


"Kalau dari 17% itu, mungkin 99% CBU (completely built-up), belum ada yang dilokalisasi. Jadi mereka butuh waktu untuk lokalisasi," kata William saat ditemui di Cikarang, Selasa (15/9/2026).

Menurut dia, kondisi tersebut membuka peluang bagi industri komponen untuk masuk dalam rantai pasok kendaraan listrik seiring meningkatnya kebutuhan lokalisasi produksi di Indonesia.