Logo Bloomberg Technoz

Daftar Proyek Aluminium yang Ramaikan Tren Hilirisasi Bauksit RI

Sabrina Mulia Rhamadanty
24 July 2026 10:00

Terak dari sel elektrolitik dituang ke dalam wadah di unit reduksi smelter aluminium Vedanta Ltd. di distrik Jharuguda, India./Bloomberg-Dhiraj Singh
Terak dari sel elektrolitik dituang ke dalam wadah di unit reduksi smelter aluminium Vedanta Ltd. di distrik Jharuguda, India./Bloomberg-Dhiraj Singh

Bloomberg Technoz, Jakarta – Investasi hilirisasi bauksit Indonesia menembus Rp40,1 triliun pada kuartal II-2026, alias melonjak 193% dibandingkan dengan kuartal-I 2026 yang senilai Rp13,7 triliun. Realisasi tersebut membawa bauksit di posisi teratas tujuan investasi hilirisasi di Tanah Air, menggeser dominasi nikel.

Berdasarkan data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), investasi bauksit ini juga mengalami pertumbuhan di atas realisasi investasi mineral lainnya termasuk nikel, tembaga, besi baja, pasir silika, timah, emas, perak, kobalt, mangan, batu bara, aspal buton, hingga logam tanah jarang.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menempatkan hilirisasi bauksit sebagai salah satu pilar strategis dalam mewujudkan kedaulatan industri tambang nasional dan meningkatkan nilai tambah mineral di dalam negeri.


Berdasarkan data Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba), Indonesia dianugerahi kekayaan alam berupa sumber daya bauksit yang sangat melimpah, mencapai sekitar 3,1 miliar ton bijih atau setara dengan kurang lebih 10% dari total cadangan bauksit dunia. 

Potensi Jumbo Mineral Kritis Indonesia (per 2024). Sumber: Kementerian ESDM. Tim Grafis: Bloomberg Businessweek Indonesia

Kementerian ESDM mencatat akselerasi penambahan kapasitas fasilitas pemurnian (refinery) dan peleburan (smelter) berbasis bauksit yang beroperasi secara terintegrasi maupun mandiri.