Logo Bloomberg Technoz

Tren EV dan Baterai Topang Booming Investasi Hilir Bauksit di RI

Sabrina Mulia Rhamadanty
23 July 2026 13:40

Seorang pekerja berdiri di area batuan bauksit merah di fasilitas produksi Aluminum of Greece SA./Bloomberg-Kostas Tsironis
Seorang pekerja berdiri di area batuan bauksit merah di fasilitas produksi Aluminum of Greece SA./Bloomberg-Kostas Tsironis

Bloomberg Technoz, Jakarta – Melesatnya investasi hilirisasi bauksit di Indonesia pada kuartal II-2026 dinilai turut dipicu oleh pesatnya pertumbuhan industri kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) serta manufaktur baterai secara global.

Ketua Umum Asosiasi Bauksit Indonesia (ABI) Ronald Sulistyanto mengatakan siklus hilirisasi dari bijih bauksit menjadi alumina hingga produk akhir berupa aluminium memegang peranan sangat strategis di tingkat dunia.

"Terutama untuk industri baterai EV dan EV secara keseluruhan," ujarnya saat dihubungi, Kamis (23/7/2026).


Menurut Ronald, Indonesia memiliki daya saing kuat karena menguasai empat dari enam bahan baku utama ekosistem baterai EV global, yakni; nikel, bauksit, mangan, dan tembaga.

Potensi Jumbo Mineral Kritis Indonesia (per 2024). Sumber: Kementerian ESDM. Tim Grafis: Bloomberg Businessweek Indonesia

“Ada enam ya litium, nikel, kobalt, mangan, grafit, dan aluminium. Akan tetapi, empatnya kita [Indonesia] punya yaitu bauksit, nikel, mangan, dan tembaga,” terang Ronald.