Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas menjadi kurang menguntungkan saat suku bunga masih tinggi.
Lesatan harga minyak disebabkan oleh tensi di Timur Tengah yang kembali meninggi. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan Iran harus bertanggung jawab atas serangan terhadap kapal-kapal di Laut Merah, yang dilakukan kelompok Houthi yang berbasis di Yaman.
Dalam wawancara dengan Axios, Trump menyebut tengah mempertimbangkan “serangan besar” dan “sudah hampir mencapai keputusan”. Trump juga mengunggah di media sosial bahwa AS akan melakukan “hukuman besar” kepada Iran dan Houthi.
Analisis Teknikal
Jadi bagaimana prediksi gerak harga emas untuk hari ini, Jumat (24/7/2026)? Apakah bakal turun lagi atau bisa bangkit berdiri?
Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas terjebak di zona bearish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 45. RSI di bawah 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bearish.
Lalu indikator Stochastic RSI 14 hari ada di 57. Menghuni area beli (long) yang lumayan kuat.
Untuk perdagangan hari ini, harga emas sebenarnya berpeluang naik. Target resisten terdekat adalah US$ 4.057/troy ons yang merupakan Moving Average (MA) 10.
Cermati pivot point di US$ 4.125/troy ons. Jika tertembus, maka US$ 4.142-4.196/troy ons bisa menjadi resisten berikutnya.
Target paling optimistis adalah US$ 4.271/troy ons.
Namun kalau harga emas ambruk lagi, maka US$ 4.033/troy ons sepertinya bisa menjadi support terdekat. Andai jebol, maka US$ 3.995-3.991/troy ons bisa menjadi support lanjutan.
(aji)


























