Kemarin, harga minyak jenis brent ditutup di US$ 95,58/barel. Melonjak 5,01% dibandingkan hari sebelumnya dan menjadi yang tertinggi sejak 3 Juni.
Harga energi yang tinggi membuat dunia dihantui ancaman inflasi. Ini akan membuat bank sentral di berbagai negara tidak punya banyak pilihan selain mengetatkan kebijakan moneter dengan menaikkan suku bunga acuan.
Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas menjadi kurang menguntungkan saat suku bunga tinggi.
Analisis Teknikal
Jadi bagaimana prediksi gerak harga emas untuk hari ini? Apakah bakal tercipta kenaikan tiga hari beruntun?
Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas sudah masuk zona bearish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 50. Namun, RSI yang masih di ambang batas tersebut menandakan sepertinya emas masih netral.
Investor perlu waspada karena indikator Stochastic RSI 14 hari sudah menyentuh 100. Paling tinggi, sangat jenuh beli (overbought).
Untuk perdagangan hari ini, harga emas berisiko turun. Setelah aksi ‘serok’ di bawah, ada kemungkinan pelaku pasar mengambil posisi mencairkan keuntungan (profit taking).
Target support terdekat sepertinya ada di rentang US$ 4.057-4.041/troy ons. Support lanjutan ada di US$ 4.037-4.002/troy ons.
Target paling pesimistis ada di US$ 3.937/troy ons.
Namun kalau harga emas masih kuat naik, maka US$ 4.143/troy ons bisa menjadi resisten terdekat. Resisten berikutnya ada di US$ 4.149-4.200/troy ons.
Target paling optimistis ada di US$ 4.212/troy ons.
(aji)


























