Logo Bloomberg Technoz

Program CNG dan Kompor Listrik, Bisakah Tekan Konsumsi LPG 3 Kg?

Azura Yumna Ramadani Purnama
26 June 2026 13:50

Warga mengantre untuk mendapatkan LPG 3 kg di Cibodas, Kota Tangerang, Banten, Senin (3/2/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Warga mengantre untuk mendapatkan LPG 3 kg di Cibodas, Kota Tangerang, Banten, Senin (3/2/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Pakar energi menilai pengetatan penyaluran Gas Melon merupakan langkah terbaik untuk menekan konsumsi gas minyak cair atau liquefied petroleum gas (LPG) 3 kg bersubsidi, alih-alih melalui program pengembangan gas alam terkompresi atau compressed natural gas (CNG) tabung 3 kg dan konversi kompor listrik.

Pakar energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi menilai penyaluran LPG bersubsidi masih kurang tepat sasaran, sebab sistem penyalurannya dilakukan secara terbuka atau dapat langsung dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat.

Dia memandang hingga saat ini belum terdapat upaya pengetatan pembelian LPG 3 kg yang optimal, sebab pembeliannya masih serupa dengan pembelian LPG 12 kg nonsubsidi.


Fahmy menilai kebijakan pengendalian pembelian tersebut bakal lebih efektif menekan konsumsi LPG, alih-alih melalui program konversi kompor listrik maupun masifikasi CNG 3 kg.

“Maka memang perlu ada dicari mekanisme yang paling tepat. Jadi misalnya distribusinya tertutup. Hanya dijual kepada orang-orang yang memang berhak memperoleh subsidi 3 kg. Bisa digunakan juga misalnya data dari bansos,” kata Fahmy ketika dihubungi, Kamis (25/6/2026).

Warga membawa tabung gas LPG subsidi 3kg di Pasar Rebo, Jakarta, Senin (20/4/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)